Seorang Nelayan di Labuan Bajo Tewas Ditikam, Begini Kronologinya

- Jurnalis

Selasa, 25 Maret 2025 - 21:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Publikata.com, Labuan Bajo, B (38) yang berprofesi sebgai nelayan, warga Desa Nanga Kantor, Kecamatan Macang Pacar, tewas mengenaskan usai ditikam oleh GT (26) di Kampung Ujung, Senin (24/3) sekitar pukul 00.10 Wita.

NR (19) teman korban menceritakan, saat itu ia dan korban serta temannya P keluar dari cafe 366. Saat didepan cafe, datang seseorang mengendarai sepeda motor dan langsung menyebutkan perkataan yang membuat korban B merasa tidak terima.

“Tepat di luar Cafe 366 seseorang datang menggunakan kendaraan motor langsung berteriak dengan ucapan ‘Puji kita cuki yuk,” terang NR, Selasa (25/3).

Mendengar perkataan kasar tersebut, Korban B langsung menemui pengendara itu dan mempertanyakan maksud dari ucapannya.

Tidak terima ditegur, pengendara motor itu bersama sekitar sepuluh orang rekanya melakukan pemukulan terhadap B sampai terjatuh ke tanah dan dilerai oleh warga.

Setelah peristiwa itu, B, NR dan P beranjak menuju salah satu warung Padang di wilayah Kampung Ujung. Saat disana, P menghentikan pengendara motor yang diduga saat peristiwa keributan di depan Cafe 366, pengendara itu juga terlibat, dihentikan oleh P untuk minta penjelasan.

“Pelaku (pengendara motor) tersebut tidak menghiraukan malah mengeluarkan pisau dan menusukannya satu kali kepada B yang tengah duduk dibelakang,” kata NR

Setelah melakukan penusukan, pengendara motor itu langsung melarikan diri bersama seorang perempuan yang diboncengnya.

Sambung NR, melihat luka dan pendarahan BS yang parah, ia dengan dibantu warga setempat membawa B ke Puskesmas Labuan Bajo.

“Perawat puskesmas Labuan Bajo merujuk B ke RS. Siloam Labuan Bajo dan langsung dilakukan tindakan medis tidak lama pihak RS Siloam menyatakan B sudah meninggal dunia,” pungkasnya.

Pelaku Ditangkap Polisi 2 Jam Setelah Korban Tewas

Polisi tangani kasus penikaman yang mengakibatkan kematian seorang pria berinisial B (38) di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.

Penikaman itu dilakukan oleh pelaku berinisial GT (26) pada Senin (24/03) lalu sekitar pukul 00.10 Wita di Kampung Ujung, Labuan Bajo. Aksi itu terjadi setelah keduanya terlibat keributan.

Pelaku GT (26) merupakan warga Kampung Ujung dan Korban B (38) berasal dari Desa Nanga Kantor, Kecamatan Macang Pacar, Manggarai Barat.

Kasat Reskrim Polres Mabar, AKP Lufthi Darmawan Aditya, S.T.K., S.I.K., M.H. mengatakan GT (26) telah diamankan pihak kepolisian.

“Pelaku telah ditangkap petugas di rumah keluarganya, dua jam setelah peristiwa pembunuhan itu terjadi,” kata Kasat Reskrim, Selasa (25/3) malam.

Kasat Reskrim menjelaskan peristiwa itu bermula ketika ada sejumlah orang terlibat keributan di depan rumah GT (26) yang terletak di Kampung Ujung pada Minggu (23/03) lalu sekitar pukul 23.10 Wita.

“Mendengar keributan itu, pelaku langsung bergegas keluar untuk melerai pihak yang terlibat pertengkaran di depan rumahnya tersebut,” jelasnya.

Saat itu pula GT (26) meminta seorang perempuan yang tidak dikenalinya di lokasi keributan itu untuk pulang. Perempuan tersebut menolak permintaan GT (26) dan terjadilah pertengkaran.

“Pelaku sempat menyuruh pulang seorang wanita yang tidak di kenalinya yang saat itu juga berada di tempat keributan tersebut. Namun, wanita tersebut tidak terima sehingga terjadi pertengkaran antara pelaku dengan wanita tersebut dan setelah itu wanita tersebut langsung pergi dari tempat keributan,” ujar AKP Lufthi.

Usai melerai, lanjut Ajun komisaris polisi itu, pada Senin (24/03) sekitar pukul 00.10 Wita GT (26) mengajak istrinya untuk pergi mencari makan di sekitar Pelabuhan Marina Labuan Bajo.

“Sebelum berangkat, pelaku sempat mengambil sebilah pisau miliknya dan disisipkan ke dalam celana di pinggang bagian kiri,” sambungnya.

Lebih lanjut, sekitar pukul 00.15 Wita, GT (26) bersama istrinya melintasi Jalan Mutiara, Kampung Ujung, yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP), sekelompok orang yang tidak dikenal GT menghalangi jalan mereka.

Salah satunya adalah perempuan yang sebelumnya bertengkar dengan GT (26). B (38) juga salah satu orang dalam kelompok itu yang menghalangi jalan tersebut.

GT (26) kemudian menghentikan motornya dan memarkirnya sekitar 10 meter dari sekelompok orang yang tidak dikenalinya itu. Ia kemudian berjalan menuju sekelompok orang tersebut sembari diikuti Istrinya dari belakang.

“Pelaku mendengar orang-orang itu berkata, ‘Ini dia juga satu’. Mereka kemudian berjalan mendekati pelaku. Kepada orang-orang itu pelaku berkata, ‘kenapa, kenapa’, sambil mengeluarkan pisau dari saku celananya,” tutur Kasat Reskrim.

B (38) kemudian mendekati GT (26) yang sudah memegang pisaunya. Saat saling berhadapan, GT (26) langsung menikam B (38) ke arah rusuk kiri. Seketika itu B (38) tumbang bersimbah darah hingga tewas.

“Pelaku yang memegang sebilah pisau di tangan kanan saat itu, langsung menusukkan ujung pisau itu ke arah rusuk kiri bagian belakang korban sebanyak satu kali sampai masuk setengah pisau tersebut ke dalam tubuh korban,” ceritanya.

“Setelah itu, pelaku langsung mencabut kembali pisau tersebut dan memasukkan kembali ke dalam sarung pisau,” lanjut Alumni Akpol angkatan 2015 itu.

Usai melakukan perbuatannya, GT (26) bersama istrinya menuju Kampung Kaper, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat. Adapun B (38) kemudian dibawah ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo.

“Korban belum sempat mendapatkan tindakan medis. Namun, nyawanya sudah tidak tertolong dan akhirnya meninggal dunia saat tiba dirumah sakit. Kini, korban telah dimakamkan di kampung halamannya,” sebutnya.

Terkait kejadian itu, polisi mengamankan barang bukti yang disita berupa satu bilah pisau dengan gagang kayu warna hitam beserta sarung, dua buah celana pendek, dua lembar baju kaos.

“Barang bukti dari pelaku maupun korban sudah kami amankan, termasuk hasil visum et repertum (VER) dari pihak rumah sakit,” ucap Perwira pertama itu.

Untuk mendalami kasus ini, Satreskrim Polres Manggarai Barat telah memanggil lima orang saksi yang ada ditempat kejadian.

“Ada tiga orang saksi yang sudah kami ambil keterangannya, tinggal dua orang lagi. Sementara, motifnya karena pelaku tidak terima ditahan oleh korban,” paparnya.

GT (26) telah ditetapkan sebagai tersangka dan sementara mendekam dibalik sel rumah tahanan Polres Manggarai Barat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Pelaku akan dijerat menggunakan Pasal 338 KUHP junto Pasal 351 ayat ( 3) KUHP dengan ancaman pidana lima belas tahun penjara,” ungkap Kasat Reskrim.

 

📢 Bagikan artikel ini:

💡 Tips: Pilih style "Minimal" untuk tampilan thumbnail terbaik di WhatsApp

🖼️ Share Dengan Thumbnail

📱 Share Simple 🔥 Share Unique ⭐ Share Premium
🎯 Pilih style yang sesuai kebutuhan Anda

Penulis : Vian

Editor : Hatol

Berita Terkait

Siswa Alami Mual dan Muntah, Sekolah di Kuwus-Mabar Tolak MBG Hari Ini
Cerita PGWI DPW Labuan Bajo Menyusuri Geowisata Taman Indah Mangrove Teluk Terang
Konflik Tanah Menjerite Berkepanjangan, Ketua FP2K NTT Desak Kapolres Mabar Jadikan Itu Agenda Prioritas
Polres Mabar Tetapkan Dua Keponakan Jadi Tersangka Pembunuhan Paman
Wabup Matim Apresiasi Seluruh Pihak yang Membantu Penanganan Longsor
Tim SAR Temukan Korban Terakhir Bencana Longsor di Desa Goreng Meni-Matim
Cuaca di Mabar Tiga Hari ke Depan Berpotensi Hujan Disertai Angin Kencang
PGWI Labuan Bajo Resmi Daftar ke Pemkab Manggarai Barat

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:37 WITA

Siswa Alami Mual dan Muntah, Sekolah di Kuwus-Mabar Tolak MBG Hari Ini

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:21 WITA

Konflik Tanah Menjerite Berkepanjangan, Ketua FP2K NTT Desak Kapolres Mabar Jadikan Itu Agenda Prioritas

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:49 WITA

Polres Mabar Tetapkan Dua Keponakan Jadi Tersangka Pembunuhan Paman

Selasa, 27 Januari 2026 - 15:25 WITA

Wabup Matim Apresiasi Seluruh Pihak yang Membantu Penanganan Longsor

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:59 WITA

Tim SAR Temukan Korban Terakhir Bencana Longsor di Desa Goreng Meni-Matim

Berita Terbaru

Nasional

Indonesia Juara Satu Jumlah Anak Bunuh Diri se-ASEAN

Senin, 9 Feb 2026 - 18:11 WITA