Agustus 21, 2019
publikata.com
EDUKASI POLITIK

Salah Alamat

Salah Alamat…

Malam Tirik Yalukers…

Alhamdulillah, saya lihat “tem-len” sudah mulai adem. Malah sudah pada kompak menyerukan untuk matikan TV karena konon malam ini ada acara horor yang ngga penting banget.

Kata emak-emak sih lumayan, buat menghemat tagihan listrik 74 perak. Bukan masalah nominalnya, tapi membuang waktu dan uang untuk hal yang mubazir konon kerjaan sohibnya setan.

Jadi saya cerita sedikit ya.

Kemarin ada telepon masuk….

Penelpon (nada suara perempuan marah) : 
Halo, ini Bang Azwar ya ?

“Iya, bu. Ini siapa ya?”

Penelpon (masih nada suara emosi) : 
“Saya mbak …teeettt…, kawan abang dulu di group W/A …teeettt… Tolong abang sampaikan kepada Pak Prabowo…”

“Maaf, mbak. Ngga bisa!”, saya langsung potong.

Penelpon (suara makin kencang) : 
“Abang dengarin dulu. Belum selesai saya ngomong sudah main potong-potong…”

“Iya mbak”, saya pasrah

Penelpon (sepertinya masih dengan nada tegangan tinggi) :
“Abang sampaikan ke Pak Prabowo jangan mau jumpa sama si jokowi. Pak Prabowo harus menghargai perasaan pendukungnya”

Karena beliau terdiam dan saya anggap aman, saya jawab : “Maaf mbak, ngga bisa…”

Belum selesai saya ngomong tapi sudah dipotong sama mbak-nya. Kali ini intonasinya semakin kencang :
“Ngga bisa gimana?, apa Pak Prabowo ngga punya hati. Ngga bisa memahami perasaan kami? Politikus memang tidak ada yang bisa dipercaya!”

“Iya, mbak tapi tetap ngga bisa”

“Dari tadi jawaban abang ngga bisa-ngga bisa. Jadi abang bisanya apa..?”.

Saya sengaja diam agak lama. Untuk menenangkan keadaan. Saya tadi mau jawab, saya bisa bikin anak. Buktinya sudah ada tiga. Tapi saya yakin si Mbaknya akan semakin ngamuk. Maklumlah, bagi saya sampai sekarang kalau berhubungan dengan emak-emak hanya berlaku dua pasal legendaris itu. Pasal Satu : Emak-emak ngga pernah salah. Pasal Dua : Kalau Emak-emaknya salah, kembali ke pasal satu.

Karena saya anggap stuasi sudah aman terkendali saya baru jawab :

“Mbak tolong didengarkan. Saya tidak ada hubungan apalagi dekat dengan Pak Prabowo. Saya mungkin sama dengan mbak. Kita tidak mengenal Pak Prabowo tapi kita ikhlas mendukung beliau. Makanya tadi saya bilang ngga bisa”.

Suasana sejenak diam mencekam. Tapi tiba-tiba mbaknya tertawa cekikikan sambil berkata :
“Maaf ya bang. Saya pikir selama ini abang orang dekatnya Pak Prabowo. Coba abang bilang dari awal…”.

Ya Allah…, padahal dari awal saya sudah mau ngomong, tapi tidak dikasih kesempatan. Ya sudahlah, Pasal Dua.

Perbincangan selanjutnya tidak terlalu penting lagi. Saya cuma mau bilang, banyak kawan-kawan khususnya emak-emak yang merasa tersakiti di pertemuan Pak Prabowo dengan Mr. Takade Otaka. Jadi plz, jangan hakimi mereka. Kalaupun ada yang menghujat, diamkan saja. Toh waktu akan menjawab segalanya. Siapa yang tetap setia dan siapa yang akan berkhianat. Emak-emak bukan politikus dan ahli politik, jadi jangan berharap mereka bisa memahami segala macam strategi dan tetek-bengek politik tingkat tinggi seperti kalian. Kalau saya saja yang bukan siapa-siapa sabar menghadapi kekesalan emak-emak, kenapa kalian tidak?

Tolong, sekali lagi kalian para Politikus di lingkaran Prabowo untuk menjaga mulut dan narasi kalian, termasuk kalian para penulis-penulis bayaran-sialan yang selalu menghembus-hembuskan isu-isu poros ketiga dan menyalahkan emak-emak, umat dan rakyat!

Azwar Siregar

#TirikYaluk

Related posts

Mengapa Kalian Tidak Tutup Mulut Aja!!!

host

PIDATO TERAKHIR PRESIDEN MURSI DALAM PERSIDANGAN

host

Garuda Menangis

host

BPN = BANK PEMBANGUNAN NASIONAL !!!

host

Hei BPN dan Pengkhianat Gerindra, Jangan Kalian Salahkan Relawan

host

Polemik Simbol Iluminati dalam Arsitektur Masjid As-Shafar: Antara Kreatifitas dan Sensitifitas

host

Leave a Comment