Publikata.com | Labuan Bajo – Seorang siswa kelas IX di SMPK Fransiskus Xaverius Ruteng dilaporkan tenggelam di tempat wisata Air Terjun Tiwu Pai, Desa Toe, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu 11 Januari 2026.
Siswa berjenis kelamin laki-laki yang duduk di kelas VIII itu hendak bertamasya bersama 10 rekannya di lokasi kejadian.
Saksi mata sekaligus pengelola wisata Air Terjun Tiwu Pai Irenius Andar (41) menyatakan awalnya korban yang berinisial AWJ (14) bersama rekannya dilarang untuk memasuki lokasi wisata karena lokasi itu sedang ditutup sementara sejak 5 Januari 2026 lalu karena curah hujan yang tinggi.
“Larangan sementara itu untuk keselamatan pengunjung,” katanya ditemui di Desa Toe Minggu malam.
Ia menambahkan korban dan sejumlah rekannya yang tiba sekitar pukul 10.00 WITA memaksa untuk bisa berwisata di tempat tersebut. Ia pun memberikan izin untuk berkunjung, namun hanya untuk berswafoto di lokasi wisata.
Setelah para siswa yang terdiri dari tiga laki-laki dan delapan perempuan itu langsung menuju lokasi ditemani oleh seorang pemandu cilik. Saat itu, aku Irenius, ia tidak menemani rombongan karena sedang makan.
Usai makan, Irenius yang berjalan dari loket pelayanan melihat korban bersama seorang rekannya tengah bersiap untuk melompat dari atas terjun ke area kolam.
“Saya lihat mereka sudah buka baju dan melompat ke kolam,” ungkapnya.
Air Terjun Tiwu Pai dikenal sebagai air terjun bertingkat. Terdapat sebanyak lima tingkat air terjun dengan kedalaman bervariasi. Korban bersama rekannya melompat dari kolam ketiga yang memiliki kedalaman kolam sekitar 6-7 meter.
Seorang rekan korban hendak menyelematkan korban, namun tidak membuahkan hasil karena arus air yang kencang. Pun demikian dengan usaha Irenius yang menyelam dan mencari korban di area kolam tidak menemukan korban.
“Ada temannya dia (korban) dan pemandu cilik yang bilang jangan berenang, tunggu saya dulu. Tapi, mungkin dia lihat senang sekali atau apa, begitu saya lihat dia sudah melompat,” ujarnya.
Usai kejadian, sejumlah personel Polsek Reo bersama Satuan Polairud Polres Manggarai, Babinsa Koramil 1612-03 Reo, serta masyarakat setempat segera melakukan upaya pencarian korban di sekitar lokasi kejadian.
Sebanyak dua orang personel Polairud Polres Manggarai juga melakukan penyelaman. Warga lainnya juga turut melakukan pencarian dan penyelaman tapi tak kunjung menemukan korban.
Tidak hanya itu, Pos SAR Manggarai Barat yang mendapatkan laporan langsung menerjunkan sebanyak empat personel yang terdiri dari dua penyelam dan dua orang rescuer. Hadir pula tim Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai.
Tim SAR gabungan juga membawa dua set alat selam dua, aqua eye, dan alat mountenaring.
Hingga laporan ini ditulis pada Senin 12 Desember 2025 pukul 00.50 keluarga korban dibantu warga sekitar masih melakukan pencarian terhadap korban menggunakan peralatan seadanya seperti senter dan lampu.
Sementara itu, hujan deras masih mengguyur daerah tersebut sejak Minggu siang.
Direncanakan Tim SAR gabungan akan melakukan pencarian hari kedua pada Senin 12 Januari 2026 pukul 06.00 WITA.
Penulis : Gecio Viana
Editor : Hatol






