Polisi Sebut Korban dan Rekannya Membeli Tiket Masuk Air Terjun Tiwu Pai

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026 - 01:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Publikata.com, Manggarai – Peristiwa tenggelamnya seorang siswa SMPK Fransiskus Xaverius Ruteng di Air Terjun Tiwu Pai, Desa Toe, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, menyisakan tanda tanya, khususnya terkait status penutupan lokasi wisata tersebut.

Melansir VivaNTT, Kapolsek Reok, Ipda Joko Sugiarto, mengungkapkan bahwa korban datang ke Air Terjun Tiwu Pai bersama 10 rekan lainnya, sehingga total berjumlah 11 pelajar SMP, terdiri dari 8 laki-laki dan 3 perempuan.

Rombongan tersebut berangkat dari Ruteng dengan menggunakan sepeda motor.
Menurut Kapolsek, setibanya di lokasi, korban dan seluruh rekannya masuk ke kawasan wisata dengan membeli tiket sebelum kemudian berenang di salah satu kolam sekitar pukul 10.00 WITA.

“Berdasarkan pengakuan rekan korban, mereka membeli tiket dan langsung berenang di salah satu kolam dari tiga titik lokasi berenang yang ada. Keterangan dari rekan korban ini memang masih sepotong-sepotong karena mereka juga bicara sambil menangis,” kata Ipda Joko.

Yang menjanggal, Air Terjun Tiwu Pai diketahui telah diumumkan ditutup sementara sejak 5 Januari 2026 oleh pihak pengelola. Penutupan tersebut dihimpun dari berbagai postingan media sosial dengan alasan curah hujan yang masih tinggi di wilayah tersebut demi keselamatan pengunjung.

Namun demikian, Kapolsek Reok menegaskan bahwa informasi larangan tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan fakta di lapangan, mengingat adanya transaksi pembelian tiket oleh korban dan rekan-rekannya.

“Soal adanya larangan itu kita dapat informasinya, tapi korban dan rekannya masuk dengan membeli tiket Rp20 ribu. Nanti kita cek ya, karena kita fokus ke pencarian korban dulu,” ungkap Ipda Joko Sugiarto.

Keterangan Pengelola wisata Air Terjun Tiwu Pai

Saksi mata sekaligus pengelola wisata Air Terjun Tiwu Pai Irenius Andar (41) menyatakan awalnya korban yang berinisial AWJ (14) bersama rekannya dilarang untuk memasuki lokasi wisata karena lokasi itu sedang ditutup sementara sejak 5 Januari 2026 lalu karena curah hujan yang tinggi.

“Larangan sementara itu untuk keselamatan pengunjung,” katanya ditemui di Desa Toe Minggu malam.

Ia menambahkan korban dan sejumlah rekannya yang tiba sekitar pukul 10.00 WITA memaksa untuk bisa berwisata di tempat tersebut. Ia pun memberikan izin untuk berkunjung, namun hanya untuk berswafoto di lokasi wisata.

Setelah para siswa yang terdiri dari tiga laki-laki dan delapan perempuan itu langsung menuju lokasi ditemani oleh seorang pemandu cilik. Saat itu, aku Irenius, ia tidak menemani rombongan karena sedang makan.

Usai makan, Irenius yang berjalan dari loket pelayanan melihat korban bersama seorang rekannya tengah bersiap untuk melompat dari atas terjun ke area kolam.

“Saya lihat mereka sudah buka baju dan melompat ke kolam,” ungkapnya.

Air Terjun Tiwu Pai dikenal sebagai air terjun bertingkat. Terdapat sebanyak lima tingkat air terjun dengan kedalaman bervariasi. Korban bersama rekannya melompat dari kolam ketiga yang memiliki kedalaman kolam sekitar 6-7 meter.

Seorang rekan korban hendak menyelematkan korban, namun tidak membuahkan hasil karena arus air yang kencang. Pun demikian dengan usaha Irenius yang menyelam dan mencari korban di area kolam tidak menemukan korban.

“Ada temannya dia (korban) dan pemandu cilik yang bilang jangan berenang, tunggu saya dulu. Tapi, mungkin dia lihat senang sekali atau apa, begitu saya lihat dia sudah melompat,” ujarnya.

📢 Bagikan artikel ini:

💡 Tips: Pilih style "Minimal" untuk tampilan thumbnail terbaik di WhatsApp

🖼️ Share Dengan Thumbnail

📱 Share Simple 🔥 Share Unique ⭐ Share Premium
🎯 Pilih style yang sesuai kebutuhan Anda

Penulis : Alex

Editor : Jupir

Berita Terkait

Indonesia Juara Satu Jumlah Anak Bunuh Diri se-ASEAN
Siswa Alami Mual dan Muntah, Sekolah di Kuwus-Mabar Tolak MBG Hari Ini
Cerita PGWI DPW Labuan Bajo Menyusuri Geowisata Taman Indah Mangrove Teluk Terang
Konflik Tanah Menjerite Berkepanjangan, Ketua FP2K NTT Desak Kapolres Mabar Jadikan Itu Agenda Prioritas
Polres Mabar Tetapkan Dua Keponakan Jadi Tersangka Pembunuhan Paman
Wabup Matim Apresiasi Seluruh Pihak yang Membantu Penanganan Longsor
Tim SAR Temukan Korban Terakhir Bencana Longsor di Desa Goreng Meni-Matim
DPR RI Buat Keputusan Mendadak, Orang Manggarai ‘Gagal’ Jadi Hakim MK

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 18:11 WITA

Indonesia Juara Satu Jumlah Anak Bunuh Diri se-ASEAN

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:37 WITA

Siswa Alami Mual dan Muntah, Sekolah di Kuwus-Mabar Tolak MBG Hari Ini

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:21 WITA

Konflik Tanah Menjerite Berkepanjangan, Ketua FP2K NTT Desak Kapolres Mabar Jadikan Itu Agenda Prioritas

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:49 WITA

Polres Mabar Tetapkan Dua Keponakan Jadi Tersangka Pembunuhan Paman

Selasa, 27 Januari 2026 - 15:25 WITA

Wabup Matim Apresiasi Seluruh Pihak yang Membantu Penanganan Longsor

Berita Terbaru

Nasional

Indonesia Juara Satu Jumlah Anak Bunuh Diri se-ASEAN

Senin, 9 Feb 2026 - 18:11 WITA