Penambangan Emas Ilegal di Pulau Sebayur Besar Diduga Libatkan Oknum Polisi

- Jurnalis

Senin, 24 November 2025 - 22:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Publikata.com, Labuan Bajo – Pulau Sebayur Besar, Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat menjadi lokasi dugaan aktivitas penambangan emas ilegal oleh seorang warga Kota Labuan Bajo sebagai pemilik lahan, serta seorang oknum Polisi Polres Manggarai Barat (Mabar).

Dari Informasi yang diperoleh menyebutkan, empat orang warga asal Lombok, NTB, melakukan penggalian di area tersebut.

Seorang sumber yang menyaksikan langsung kejadian menyebutkan, kedalaman galian mencapai sekitar 50 meter, dan lokasinya kurang lebih 20 meter dari garis pantai, wilayah yang sangat rentan secara ekologis.

“Saya lihat sendiri empat orang dari Lombok menggali emas di sana. Mereka disuruh oleh oknum polisi itu,” ujar sumber tersebut, Kamis (6/25) melansir okebajo.com

Menurut sumber itu, material hasil galian diangkut menggunakan speed boat besar yang dikemudikan seorang kapten kapal dari Pulau Messah. Aktivitas pengangkutan berlangsung secara senyap pada malam hari.

“Mereka angkut ratusan karung material malam-malam, karena katanya ada tim Mabes mau turun,” ungkapnya.

Di Labuan Bajo, material tersebut disimpan di sebuah lokasi tertentu. Di tempat itu pula terdapat belasan mesin gelondong emas yang digunakan untuk mengolah material sebelum lumpur emasnya dikirim ke luar daerah.

“Saya dengar lumpur emas itu dijual ke Lombok. Jumlahnya bisa berton-ton,” lanjutnya.

Melansir Okebajo.com, Saat dikonfirmasi Kamis sore (6/11/2025), warga Labuan Bajo yang disebut sebagai pemilik lahan membantah mengetahui aktivitas tambang tersebut.

“Saya tidak tahu, Pak,” jawabnya singkat.
“Saya juga tidak tahu siapa yang kasih informasi. Bapak sebut-sebut nama keluarga saya,” tambahnya.

Sementara itu, oknum polisi yang diduga terlibat saat dikonfirmasi pada Sabtu pagi (8/11/2025) juga membantah, “Tidak benar om,” jawabnya singkat.

📢 Bagikan artikel ini:

💡 Tips: Pilih style "Minimal" untuk tampilan thumbnail terbaik di WhatsApp

🖼️ Share Dengan Thumbnail

📱 Share Simple 🔥 Share Unique ⭐ Share Premium
🎯 Pilih style yang sesuai kebutuhan Anda

Penulis : Alex

Editor : Jupir

Berita Terkait

Siswa Alami Mual dan Muntah, Sekolah di Kuwus-Mabar Tolak MBG Hari Ini
Cerita PGWI DPW Labuan Bajo Menyusuri Geowisata Taman Indah Mangrove Teluk Terang
Konflik Tanah Menjerite Berkepanjangan, Ketua FP2K NTT Desak Kapolres Mabar Jadikan Itu Agenda Prioritas
Polres Mabar Tetapkan Dua Keponakan Jadi Tersangka Pembunuhan Paman
Wabup Matim Apresiasi Seluruh Pihak yang Membantu Penanganan Longsor
Tim SAR Temukan Korban Terakhir Bencana Longsor di Desa Goreng Meni-Matim
Cuaca di Mabar Tiga Hari ke Depan Berpotensi Hujan Disertai Angin Kencang
PGWI Labuan Bajo Resmi Daftar ke Pemkab Manggarai Barat

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:37 WITA

Siswa Alami Mual dan Muntah, Sekolah di Kuwus-Mabar Tolak MBG Hari Ini

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:21 WITA

Konflik Tanah Menjerite Berkepanjangan, Ketua FP2K NTT Desak Kapolres Mabar Jadikan Itu Agenda Prioritas

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:49 WITA

Polres Mabar Tetapkan Dua Keponakan Jadi Tersangka Pembunuhan Paman

Selasa, 27 Januari 2026 - 15:25 WITA

Wabup Matim Apresiasi Seluruh Pihak yang Membantu Penanganan Longsor

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:59 WITA

Tim SAR Temukan Korban Terakhir Bencana Longsor di Desa Goreng Meni-Matim

Berita Terbaru

Nasional

Indonesia Juara Satu Jumlah Anak Bunuh Diri se-ASEAN

Senin, 9 Feb 2026 - 18:11 WITA