Agustus 21, 2019
publikata.com
POLITIK

Mengapa Kalian Tidak Tutup Mulut Aja!!!

Mengapa Kalian Tidak Tutup Mulut Aja!!!

Ketika berbicara mengenai syariat dan ritual ibadah, kita memasuki ruang iman. Ruang iman tidak bisa dipertentangkan. Bagi saya iman itu percayai sepenuh hati, kalau tidak bisa, silahkan anda tinggal pergi. Jadi sangat sederhana. Apalagi kita negara bebas.

Karena itu, maaf kalau saya sedikit emosi menanggapi beberapa ekor curut yang seringkali kebiasaan lompat pagar mengurusi syariat dan ritual ibadah iman umat Islam, misalnya kita fokus aja yang sekarang lagi ramai, ajakan dehijabisasi.

Sebagian dari mereka bukan muslim/muslimah, sebagian lagi mengaku-aku penganut Islam Nusantara.

Mereka bertindak sangat licik dengan berupaya seakan-seakan syariat agama (Islam) bertentangan dengan kemanusiaan dan aturan negara. Kita sebut saja misalnya sekumpulan sarimin dan sariminwati yang sibuk dengan Propaganda Selasa Memakai Kebaya. Bagi mereka Kebaya adalah Simbol Pakaian Nusantara. Sedangkan hijab adalah budaya arab. Eh, emang Indonesia cuma dihuni orang jawa saja?

Kalau merasa paling Nusantara. Saya tantang kalian yang merasa paling Indonesia untuk sekali setiap minggu juga keluar rumah pakai Koteka. Wanitanya keluar rumah tanpa baju dan penutup dada (Wanita di Bali sebelum tahun 1950-an selalu tampil topless, silahkan baca sejarah atau kunjungi Museum Blanco di Ubud-Bali). Kalau membawa nama Nusantara, jangan cuma adat Jawa.

Ini sekaligus tantangan buat si Gayatri, Penganut Kejawen yang juga merasa bagian dari Islam Nusantara. Orang ini bersikeras kalau wanita dengan berkemben sudah termasuk menutup aurat. Menurutnya tidak melanggar syariat (tentu saja syariat agama Islam Nusantara mereka). 

Gayatri, kenapa ngga kamu mulai dari diri sendiri untuk keluar rumah setiap hari dengan berkemben-ria. Kalau tanggung silahkan topless bahkan telanjang sekalian. Kami tidak akan protes dan perduli. Toh saya sering lihat ayam, sapi dan anjing tetangga berkeliaran tanpa pakaian, saya tidak perduli kok. Serius.

Tantangan kedua saya, kenapa Islam Nusantara tidak sekalian didaftarkan sebagai agama baru di Indonesia?

Percayalah, kami umat Islam tanpa embel-embel Nusantara itu tidak akan perduli. Apalagi sekarang kalian diatas angin. Penguasa bersama kalian.

Saya bahkan mengusulkan, karena Islam Nusantara sangat anti arab (biasanya alasan mereka cuma anti budaya arab), sekalian saja bikin kitab suci baru (Alquran bahasa Arab), cari Nabi baru (Rasulullah Muhammad SAW adalah orang Arab), buat ibadah baru (Sholat bacaaanya dengan bahasa Arab) dan cari tujuan haji (eh.. bahasa Arab lagi) yang baru, karena Ka’bah di tanah Arab. Biar lebih lengkap lagi, karena Islam juga kosa kata Arab, ganti jadi agama Slamet Nusantara.

Selama ini Islam Nusantara sudah jadi duri dalam daging dan jadi benalu bagi Islam. Digunakan sebagai tameng para kelompok sekuler, neo-komunis dan Islamphobia untuk menghantam syariat Islam dari dalam.

“Lihat, Islam Nusantara itu yang damai. Islam Arab itu teroris, kejam dan bengis”. 
Naudzubillah. Islam itu dari Arab, dibawa oleh Nabi orang Arab, kitab sucinya berbahasa Arab dan semua ritual ibadahnya memakai bahasa Arab.
Anda yang berusaha memisahkan Islam dengan Arab, sama saja berusaha memisahkan gula dengan rasa manisnya. 

Apa bisa?

Azwar Siregar

Related posts

Selamat Tinggal Pak Prabowo

host

@02 BELUM KALAH. Masih Ada Dua Mahkamah Lagi

host

BEREDAR DOKUMEN! Nasib dan Masa Depan Umat Islam di Bawah Pemerintahan Jokowi

host

Salah Alamat

host

Insya Allah Pak Prabowo Istiqomah

host

Fakta Miris dan Menyedihkan atas Perlakuan kepada Saksi 02 di MK

host

Leave a Comment