Agustus 21, 2019
publikata.com
POLITIK

Melawan Strategi Politik Dengan Ilmu Politik

Sebelum membaca tulisan ini, saya tetap mengajak kita semua berpikir jernih. Perlu saya tekankan, ini cuma analisa pribadi Ketum Tirik Yaluk.

Kalau misalnya rumor yang berkembang terjadi, Pak Prabowo dan Gerindra memutuskan bergabung dengan Rezim Jokowi yang sudah dimenangkan oleh KPU dan MK, maka saya ucapkan :

“Selamat, Pak Prabowo telah menjadi Politikus sejati”.

Selama ini yang saya kenal adalah sosok Prabowo Subianto yang lugu. Ksatria didikan Kopassus yang terikat norma-norma kejujuran dan kesetia-kawanan. Padahal di game dunia Politik, kejujuran dan kesetia-kawanan adalah kartu mati.

Politik adalah dunia kompetisi murni. Bukan kompetisi kejujuran. Kalau kamu menang maka kamu juara, tidak perduli bagaimana proses mu mendapatkan kemenangan. Bahkan bila perlu dengan kecurangan. Proses di KPU,Bawaslu dan MK kemarin sudah mengajari kita.

Jadi sangat menarik. Kalau misalnya Pak Prabowo dan Gerindra benar-benar merapat ke rezim Jokowi. Tapi saya berharap PKS tetap jadi oposisi. 

Dengan bergabungnya Pak Prabowo ke Penguasa, mau tidak mau di Pilpres 2024 nanti akan menjadi lebih berwarna. Beliau bisa ikut jadi penentu sejarah. King Maker dan penentunya tidak dia-dia lagi.

Akan semakin menarik bila di Pilpres 2024 nanti, Gerindra dan Pak Prabowo balik badan kembali bersekutu dengan PKS. Misalnya mengusung Anies-Sandi atau Sandi-Anies. Jalur oposisi dikuasai sekaligus memiliki “orang” juga disimpul-simpul penyelenggara Pemilu dan Aparat Keamanan. Mantap kan?
(Sebenarnya ini salah satu strategi ilmu politik. Terpaksa saya bocorkan demi memberikan pendidikan politik kepada kawan-kawan).

Sebaliknya, kalau Pak Prabowo dengan Gerindra dan PKS tetap berdiri jadi oposisi seperti 2014 lalu. Analisa saya, di Pilpres 2024, pemenang Pilpres akan tetap boneka para taipan. Seperti 2019 sekarang.

Ingat, pemenang Pilpres bukan ditentukan oleh suara terbanyak dari rakyat. Tapi di tentukan oleh KPU, Bawaslu dan MK. Sementara KPU, Bawaslu dan MK tidak akan bisa lepas dari cengkraman Rezim yang Berkuasa.

Bagaimana kalau Pak Prabowo dengan Gerindra dan PKS tetap kukuh menjadi oposisi sejati?

Maafkan analisa saya. Tapi menurut saya, dengan kualitas demokrasi kita, hanya dengan revolusi atau restu China dan restu Amerika yang bisa menggantikan Capres Petahana atau pilihan Capres Petahana.

“Tapi bang, buktinya Megawati yang menjadi Capres Petahana bisa kalah dari SBY di Pilpres 2004?”

Ini lain soalan. Masa itu adalah bermulanya pilpres secara langsung. Lagian antara Megawati dan SBY, apa bedanya?

Cuma beda jenis kelamin aja kok. Selebihnya mereka pasangan sejati. Saling mengisi dan saling menambahi[]

Oleh: Azwar Siregar

#TirikYaluk
#MariBelajarPolitik

Related posts

Sinyal Paman Sam Dukung Prabowo

host

Salah Alamat

host

Terus Terang, Rasa Keberagaman Umat Islam Terganggu

host

Koalisi Adil Makmur Resmi Dibubarkan

host

Sidang PILPRES Di MK Tunjukkan Orang Lurus Dan Orang Munafik

host

Selamat Tinggal Pak Prabowo

host

Leave a Comment