Publikata.com, Manggarai Barat – Polemik serius mencuat dalam proyek rekonstruksi jalan Nanga Bere – Benteng Dewa – Nangalili, Kecamatan Lembor Selatan, Manggarai Barat (Mabar).
Proyek bernilai Rp1,5 miliar yang bersumber dari APBD Pemkab Mabar itu kini disorot publik, bukan hanya karena kualitas pekerjaan yang diduga tak sesuai spesifikasi, tetapi juga karena indikasi penggunaan material ilegal serta dugaan keterlibatan langsung anggota DPRD Manggarai Barat.
Material sirtu yang digunakan dalam proyek tersebut diduga berasal dari Kali Wae Jamal, lokasi yang disebut tidak mengantongi izin resmi penambangan. Warga setempat mengaku aktivitas pengambilan material dari kali itu telah berlangsung selama pengerjaan proyek jalan, tanpa papan informasi atau dokumen legal yang diketahui publik.
Tak berhenti di situ, masyarakat juga menyoroti dugaan keterlibatan anggota DPRD Mabar berinisial YW, dalam pelaksanaan proyek tersebut. Dugaan itu menguat setelah seorang berinisial K, yang disebut sebagai anak dari YW, terlihat aktif mengontrol pekerjaan di lapangan.
“Yang atur semua pekerjaan itu K. Kami pekerja hanya ikut perintah,” ujar salah satu pekerja proyek yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Pengakuan serupa juga disampaikan sejumlah warga yang menyebut bahwa K kerap berada di lokasi proyek, memberi arahan teknis hingga mengawasi jalannya pekerjaan, peran yang lazimnya dilakukan oleh pihak kontraktor, bukan pihak luar.
Proyek rekonstruksi jalan ini secara administratif dikerjakan oleh CV. Gloria Vivere. Namun, berdasarkan penelusuran dan keterangan masyarakat, perusahaan tersebut diduga hanya digunakan untuk memenuhi persyaratan administrasi lelang, sementara kendali proyek disebut berada di tangan pihak lain.
Jika dugaan ini terbukti, maka praktik tersebut berpotensi melanggar etika penyelenggara negara, konflik kepentingan, serta prinsip transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran publik. Terlebih, seorang anggota DPRD memiliki fungsi pengawasan, bukan justru diduga terlibat dalam pengendalian proyek yang dibiayai uang rakyat.
Hingga berita ini diterbitkan, YW, pihak CV. Gloria Vivere, serta Dinas terkait Manggarai Barat belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan keterlibatan, sumber material, maupun kualitas pekerjaan.
Publik kini menanti langkah tegas dari Inspektorat, APH, dan Badan Kehormatan DPRD Manggarai Barat untuk mengusut proyek ini secara menyeluruh, demi memastikan uang rakyat tidak dikelola secara ugal-ugalan dan jabatan publik tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
Penulis : Alex
Editor : Tim Redaksi






