Publikata.com, Labuan Bajo, Konflik internal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Manggarai Barat memasuki babak baru.
Kader PSI, Riki Morgan menilai pernyataan Charles yang menegasikan kader-kader PSI saat pernyataan pers, Sabtu (6/12) sebagai penyesatan publik sekaligus tidak paham berorganisasi sekelas partai politik.
Dia menjelaskan bahwa kader-kader PSI yang protes adalah struktur sah kepengurusan PSI yang telah didaftarkan ke Kesbangpol dan telah diajak, serta telah aktif mengikuti aktivitas politik PSI selama ini.
“Kader-kader yang protes itu kan mereka yang telah diajak, telah aktif ber-PSI, dan telah direkrut mengisi struktur kepengurusan baik pada tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa”, Jelas Riki, Minggu (7/12)
“Kan aneh, ada orang diajak ber-PSI, masuk struktur, ikut serta kegiatan partai ini, tetapi kemudian dianggap, bukan kader. Wajar kalau kader-kader yang direkrut tersebut menanyakan arah gerak PSI dan metode kerja konsolidasi massa ke akar rumput”, Tambah Riki
Menurut Riki, sikap yang diambil Charles sebagai bentuk anomali di ruang demokrasi elektoral.
“Partai politik butuh banyak orang untuk menggerakkan mesin partai dan memenangkan hati rakyat. Bukan malah menendang keluar lagi orang-orang telah bersedia berpartai dengan PSI”, Sinis Riki.
Riki Morgan menganggap prilaku kepemimpinan Charles sebagai tindakan menjauhkan PSI dari rakyat.
“Charles lupa bahwa PSI di Mabar non-seat dan butuh kerja ekstra yang melibatkan banyak untuk merakyat agar bisa mendapat mandat”, Kecam Riki.
Penulis : Hatol
Editor : Tim Editorial






