Kepemimpinan Charles Buat PSI Jauh Dari Rakyat, Riki Morgan: Butuh Nahkoda Baru

- Jurnalis

Minggu, 7 Desember 2025 - 22:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Publikata.com, Labuan Bajo, Konflik internal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Manggarai Barat memasuki babak baru.

Kader PSI, Riki Morgan menilai pernyataan Charles yang menegasikan kader-kader PSI saat pernyataan pers, Sabtu (6/12) sebagai penyesatan publik sekaligus tidak paham berorganisasi sekelas partai politik.

Dia menjelaskan bahwa kader-kader PSI yang protes adalah struktur sah kepengurusan PSI yang telah didaftarkan ke Kesbangpol dan telah diajak, serta telah aktif mengikuti aktivitas politik PSI selama ini.

“Kader-kader yang protes itu kan mereka yang telah diajak, telah aktif ber-PSI, dan telah direkrut mengisi struktur kepengurusan baik pada tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa”, Jelas Riki, Minggu (7/12)

“Kan aneh, ada orang diajak ber-PSI, masuk struktur, ikut serta kegiatan partai ini, tetapi kemudian dianggap, bukan kader. Wajar kalau kader-kader yang direkrut tersebut menanyakan arah gerak PSI dan metode kerja konsolidasi massa ke akar rumput”, Tambah Riki

Menurut Riki, sikap yang diambil Charles sebagai bentuk anomali di ruang demokrasi elektoral.

“Partai politik butuh banyak orang untuk menggerakkan mesin partai dan memenangkan hati rakyat. Bukan malah menendang keluar lagi orang-orang telah bersedia berpartai dengan PSI”, Sinis Riki.

Riki Morgan menganggap prilaku kepemimpinan Charles sebagai tindakan menjauhkan PSI dari rakyat.

“Charles lupa bahwa PSI di Mabar non-seat dan butuh kerja ekstra yang melibatkan banyak untuk merakyat agar bisa mendapat mandat”, Kecam Riki.

📢 Bagikan artikel ini:

💡 Tips: Pilih style "Minimal" untuk tampilan thumbnail terbaik di WhatsApp

🖼️ Share Dengan Thumbnail

📱 Share Simple 🔥 Share Unique ⭐ Share Premium
🎯 Pilih style yang sesuai kebutuhan Anda

Penulis : Hatol

Editor : Tim Editorial

Berita Terkait

Siswa Alami Mual dan Muntah, Sekolah di Kuwus-Mabar Tolak MBG Hari Ini
Cerita PGWI DPW Labuan Bajo Menyusuri Geowisata Taman Indah Mangrove Teluk Terang
Konflik Tanah Menjerite Berkepanjangan, Ketua FP2K NTT Desak Kapolres Mabar Jadikan Itu Agenda Prioritas
Polres Mabar Tetapkan Dua Keponakan Jadi Tersangka Pembunuhan Paman
Wabup Matim Apresiasi Seluruh Pihak yang Membantu Penanganan Longsor
Tim SAR Temukan Korban Terakhir Bencana Longsor di Desa Goreng Meni-Matim
DPR RI Buat Keputusan Mendadak, Orang Manggarai ‘Gagal’ Jadi Hakim MK
Cuaca di Mabar Tiga Hari ke Depan Berpotensi Hujan Disertai Angin Kencang

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:37 WITA

Siswa Alami Mual dan Muntah, Sekolah di Kuwus-Mabar Tolak MBG Hari Ini

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:21 WITA

Konflik Tanah Menjerite Berkepanjangan, Ketua FP2K NTT Desak Kapolres Mabar Jadikan Itu Agenda Prioritas

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:49 WITA

Polres Mabar Tetapkan Dua Keponakan Jadi Tersangka Pembunuhan Paman

Selasa, 27 Januari 2026 - 15:25 WITA

Wabup Matim Apresiasi Seluruh Pihak yang Membantu Penanganan Longsor

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:59 WITA

Tim SAR Temukan Korban Terakhir Bencana Longsor di Desa Goreng Meni-Matim

Berita Terbaru

Nasional

Indonesia Juara Satu Jumlah Anak Bunuh Diri se-ASEAN

Senin, 9 Feb 2026 - 18:11 WITA