Publikata.com, Kasus bunuh diri anak 10 tahun di Kabupaten Ngada menambah daftar kelam peristiwa serupa di Indonesia.
Melansir tirto.id, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa kasus anak bunuh diri di Indonesia menempati urutan teratas se-ASEAN.
KPAI merilis data terkait kasus anak bunuh diri sejak tahun 2023-2026 sebayak 118 orang dengan rincian Tahun 2023 sebanyak 46 orang anak, Tahun 2024 sebanyak 43 orang anak, Tahun 2025 sebanyak 26 orang anak, dan sampai Januari 2026 sebanyak 3 orang anak.
KPAI juga mengungkapkan beberapa penyebab utama anak bunuh diri. Teratas disebabkan karena perundungan (bullying) kemudian pengasuhan, ekonomi, game daring, dan asmara.
Sedangkan berdasarkan Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 menunjukkan bahwa prevalensi depresi tertinggi terjadi pada kelompok usia 15-24 tahun. Di antara kelompok muda yang mengalami depresi, sebanyak 61 persen memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidup.
Temuan tersebut mempertebal laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2017 yang menyatakan bahwa 3,9 persen dari 8.899 remaja Indonesia pernah melakukan percobaan bunuh diri.
Penulis : Hatol
Editor : Tim Editorial






