Publikata.com, Manggarai – Seorang pelajar berinisial AWJ (14) dilaporkan tenggelam saat berwisata di Air Terjun Tiwu Pai Desa To’e, Reok Barat, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Senin 19 Januari 2026. Korban ditemukan di bantaran Sungai Kalo, sekitar 7 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan hanyut.
Korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Vinsen Jemadu (63), yang saat itu menyisiri aliran Sungai Kalo bersama dua orang anaknya.
Vinsen menuturkan, sebelum turun ke sungai, ia baru saja pulang mengikat sapi dan sempat makan siang di rumah.
“Saya pulang ikat sapi tadi pak. Sampai di rumah saya bilang ke ibu, tolong sendok saya punya nasi. Habis makan, saya ajak anak-anak turun ke kali. Itu sekitar jam satu,” kata Vinsen, Senin sore (19/26)
Ia mengungkapkan, keputusannya menyusuri sungai didorong oleh mimpi yang ia alami sebelumnya.
“Karena menurut mimpi, di kali ada mati babi hutan, tapi sudah bau. Jadi kami jalan ikut mimpi itu. Kami tiga orang dengan saya punya anak,” tuturnya.
Setibanya di Sungai, mereka kemudian berpencar untuk menyisir aliran sungai.
“Sampai di sana kami bagi. Mereka dua orang di bagian barat kali, saya sendiri di bagian timur,” ujarnya.
Tak berselang lama, Vinsen melihat bagian tubuh korban.
“Waktu saya jalan, saya lihat kakinya. Anak saya langsung berteriak dan menangis. Saya di sebelah langsung terjun berenang,” ungkap Vinsen.
Setelah memastikan yang ditemukan adalah jenazah manusia, Vinsen segera mengambil tindakan.
“Saya suruh mereka pergi kasi tau kepala desa, dan saya tinggal jaga mayat,” katanya.
Ia menjelaskan kondisi dan posisi jenazah saat pertama kali ditemukan.
“Dia di atas kayu cabang. Di situ ada kolam besar di sebelah sini dan kolam besar juga di sebelah sana. Posisi tangannya satu arah ke kepala dan satu ke bawah kiri badan,” jelasnya.
Tak lama setelah penemuan tersebut, warga berdatangan ke lokasi. Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, hadir bersamaan saat jenazah ditemukan sebagai bentuk belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus memastikan proses evakuasi berjalan lancar.
Jenazah korban kemudian digotong oleh warga. Suasana haru pecah saat ayah korban yang ikut dalam proses evakuasi menangis histeris, meronta-ronta melihat jasad anaknya.
Tangisan tersebut ditenangkan oleh Bupati Edistasius Endi bersama warga dan aparat setempat. Ayah korban kemudian dibopong menuju mobil dinas Bupati untuk bersama-sama mengantar jenazah mengikuti prosesi adat di rumah gendang Desa To’e.
Usai prosesi adat, keluarga korban bersama rombongan Bupati Manggarai Barat membawa jasad korban menuju rumah duka di Kampung Orong, Kecamatan Welak.
Penulis : Alex
Editor : Gecio Viana






