Bertanya Soal PPPK, Wartawan Dihina Yusuf Bora dan Dilarang Tulis

- Jurnalis

Senin, 9 Juni 2025 - 22:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Publikata.com – Ucapan tidak etis yang diduga dilontarkan oleh Wakil Ketua DPRD Sumba Barat Daya (SBD) dari Partai Perindo, Yusuf Bora, menjadi sorotan tajam publik dan komunitas pers. Dalam percakapan via telepon, Yusuf Bora menyampaikan pernyataan yang dianggap menghina profesi wartawan: “Kalian wartawan kalau tidak ada berita maka tidak ada uang.”

Ucapan tersebut ditujukan kepada Freddy Ladi, jurnalis senior TVRI sekaligus Ketua Perkumpulan Wartawan Sumba Barat Daya (Pewarta SBD), ketika ia menjalankan tugas jurnalistik untuk meminta klarifikasi sikap Fraksi Perindo terkait seleksi PPPK dan kemungkinan pembentukan panitia khusus (Pansus) di DPRD SBD.

Alih-alih memberikan informasi, Yusuf Bora justru menanggapi dengan sinisme dan melarang wartawan menulis berita soal posisinya. Tindakan ini bukan saja memperlihatkan sikap arogansi kekuasaan, tetapi juga mencerminkan ketidakpahaman terhadap peran pers dalam sistem demokrasi.

“Saya sangat terhina. Kami bekerja bukan sekadar mengejar uang, kami menjalankan fungsi kontrol sosial. Ucapan itu mencederai martabat profesi kami,” ungkap Freddy Ladi, Senin (9/6).

Sebagai pejabat publik dan pimpinan DPRD, Yusuf Bora semestinya menjadi contoh dalam menjaga etika komunikasi politik, menghormati kerja jurnalistik, dan menjunjung tinggi prinsip keterbukaan informasi. Namun, yang terjadi justru sebaliknya: pernyataan merendahkan, pelarangan pemberitaan, dan sikap antikritik.

Freddy menilai ucapan Yusuf Bora sebagai bentuk pelecehan terhadap jurnalis yang bertugas dan sebagai indikasi membahayakan kebebasan pers.

“Ini bukan sekadar masalah pribadi, ini soal prinsip demokrasi. Ketika pejabat publik mulai melarang wartawan menulis dan menghina profesinya, maka yang diserang bukan hanya wartawan, tapi hak publik untuk tahu,” tegas Freddy.

Pelanggaran Etika dan Potensi Pelanggaran UU Pers

Tindakan Yusuf Bora tidak bisa dilepaskan dari posisinya sebagai Wakil Ketua DPRD SBD, yang seharusnya memahami dan menghormati kerja jurnalistik sebagai bagian dari kontrol sosial. Ucapannya mencerminkan mentalitas feodal dalam politik lokal, yang anti terhadap kritik dan kerap merasa diri di atas hukum.

UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dengan tegas mengatur:

Pasal 4 ayat (3): “Pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.”

Pasal 6 huruf c: “Pers nasional melaksanakan peranannya untuk melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.”

📢 Bagikan artikel ini:

💡 Tips: Pilih style "Minimal" untuk tampilan thumbnail terbaik di WhatsApp

🖼️ Share Dengan Thumbnail

📱 Share Simple 🔥 Share Unique ⭐ Share Premium
🎯 Pilih style yang sesuai kebutuhan Anda

Penulis : Alex

Editor : Jupir

Berita Terkait

Siswa Alami Mual dan Muntah, Sekolah di Kuwus-Mabar Tolak MBG Hari Ini
Cerita PGWI DPW Labuan Bajo Menyusuri Geowisata Taman Indah Mangrove Teluk Terang
Konflik Tanah Menjerite Berkepanjangan, Ketua FP2K NTT Desak Kapolres Mabar Jadikan Itu Agenda Prioritas
Polres Mabar Tetapkan Dua Keponakan Jadi Tersangka Pembunuhan Paman
Wabup Matim Apresiasi Seluruh Pihak yang Membantu Penanganan Longsor
Tim SAR Temukan Korban Terakhir Bencana Longsor di Desa Goreng Meni-Matim
Cuaca di Mabar Tiga Hari ke Depan Berpotensi Hujan Disertai Angin Kencang
PGWI Labuan Bajo Resmi Daftar ke Pemkab Manggarai Barat

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:37 WITA

Siswa Alami Mual dan Muntah, Sekolah di Kuwus-Mabar Tolak MBG Hari Ini

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:21 WITA

Konflik Tanah Menjerite Berkepanjangan, Ketua FP2K NTT Desak Kapolres Mabar Jadikan Itu Agenda Prioritas

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:49 WITA

Polres Mabar Tetapkan Dua Keponakan Jadi Tersangka Pembunuhan Paman

Selasa, 27 Januari 2026 - 15:25 WITA

Wabup Matim Apresiasi Seluruh Pihak yang Membantu Penanganan Longsor

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:59 WITA

Tim SAR Temukan Korban Terakhir Bencana Longsor di Desa Goreng Meni-Matim

Berita Terbaru

Nasional

Indonesia Juara Satu Jumlah Anak Bunuh Diri se-ASEAN

Senin, 9 Feb 2026 - 18:11 WITA