Agustus 21, 2019
publikata.com
EDUKASI POLITIK

Berkoalisilah Kalian

Berkoalisilah Kalian…

TULISAN MENGHARU BIRU AYAH
ALMARHUM HARUN Ar RASYID.

Ayah Alm. Harun Ar Rasyid, Didin Wahyudin menulis status menyindir kelakuan elite partai dan penguasa yang saling berebut jatah kursi menteri. Didin yang pernah ditekan agar berhenti mengadvokasi kasus kematian putranya itu menuliskan uneg-uneg.

“Berkoalisilah kalian… Mintalah jatah kursi yg kalian idam²kan selama ini duduklah dengan nyaman… Tetapi perlu kalian tahu atau kah kalian pura-pura tidak tahu bahwa di kursi itu terdapat darah segar anak ku yang telah menjadi korban atas pertikaian kalian untuk memperebutkan kekuasaan di negeri ini.

40 hari telah berlalu tak satu pun di antara kalian yang memperdulikan kematian anak ku…

Hanya rakyat yang beriman yang datang memberikan semangat pada ku dan mendoakan anak ku…

Kesabaran ku sudah berada di ambang batas.

Apakah aku harus menempuh jalan ku sendiri untuk menyeret kalian agar bersimpuh di pusara anak ku………………………………… “, tulis Didin tanggal 3 Juli 2019 lalu.

Keesokannya tanggal 4 Juli Didin kembali menulis, “Abang adalah laki laki penerus ayah satu-satunya yang akan menjadi tulang punggung ibu, kakak dan adik apa bila ayah sudah tiada… Jaga nama baik keluarga itu pesan yang selalu ayah bilang sama abang… Ternyata Allah berkata lain… Allah ambil abang untuk mengangkat harkat martabat dan nama baik ayah dan keluarga”

“Namun apa yang ayah dengar… Abang di anggap sebagai PERUSUH… Demi Allah sampai kapan pun ayah tak akan terima. Hanya penjajahlah yang mengangap pejuang kebenaran sebagai perusuh… Ayah bangga pada mu abang… M.Harun al Rasyid”

Almarhum Harun ditemukan meninggal dengan luka tembak proyektil tajam. Namun hingga saat ini pihak polisi tidak memberikan keterangan apapun. Presiden yang dimenangkan KPU pun seolah tutup mata pada sepuluh korban tewas dan puluhan orang hilang yang ada di sekitar Bawaslu, kawasan Aksi 21/22 Mei.

Amnesty Indonesia, bagian dari Amnesty International menemukan banyaknya laporan pelanggaran serius HAM yang dilakukan kepolisian RI. Amnesty mendesak Polri dibawa ke Mahkamah Internasional atas kejahatan HAM yang mereka lakukan itu.

Di cuplik dari status FB Didin Wahyudin

Related posts

Teori Ruang atau Lebensraum

host

Membaca Pertemuan PS – JKW di MRT 

host

Insya Allah Pak Prabowo Istiqomah

host

Demokrasi Itu Curang

host

Sayonara Pak Prabowo

host

PERLAWANAN SUNYI MURSI

host

Leave a Comment