Publikata.com | Manggarai : Memasuki hari kesembilan pencarian terhadap pelajar korban tenggelam di tempat wisata Air Terjun Tiwu Pai menemui titik terang. Korban berinisial AWJ (14) ditemukan meninggal dunia pada Senin 19 Januari 2026 pukul 14.30 WITA.
Korban pada Minggu 11 Januari 2026 dilaporkan tenggelam saat berwisata bersama 10 rekannya di air terjun yang terletak di Kampung Wontong Desa To’e, Reok Barat, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Komandan Pos (Danpos) Bhabinpotmar Reo, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Labuan Bajo, Serka SAA Alfianus Gunawan Bangkur dihubungi dari Labuan Bajo menyatakan, korban ditemukan di Sungai Wae Kuli, Kampung Kalo, Desa To’e. Lokasi penemuan ini berjarak sekitar 5 km dari lokasi kejadian.
“Petugas gabungan yang terdiri dari Polsek Reo, Koramil 1612-02 Reo, TNI-AL Reo langsung melakukan evakuasi Korban dan dibawa menuju lapangan Kampung Wontong,” katanya.
Korban awalnya ditemukan oleh warga bernama Anggelus Widi bersama tiga rekannya Finsensius Madu, Ignasius Karno dan Leonardus Harja yang melakukan pencarian dengan cara menyisir sungai dari titik pertama korban tenggelam.
Sesampainya di Sungai Wae Kuli, Kampung Kalo Desa To,e, lanjut dia, Anggelus Widi mencium adanya aroma kurang sedap.
Karena penasaran, ia selanjutnya menyisir ke arah sumber aroma tersebut dan menemukan korban sudah tidak bernyawa dalam keadaan terlentang, tanpa baju dan hanya mengenakan celana pendek warna hitam.
“Setelah melihat korban, saudara Anggelus Widi meminta bantuan ke tiga rekannya untuk menyampaikan kepada petugas yang berada di lokasi kejadian,” ungkapnya.
Lebih lanjut, orang tua kandung korban yang juga berada di Desa To’e menolak untuk dilakukan outopsi dan menolak untuk melakukan proses secara hukum terhadap kejadian naas itu.
“Menurut rencana, korban akan dikebumikan secara Katolik dan budaya Manggarai pada hari Selasa 20 Januari 2026,” ujarnya.
Adapun penyerahan jenazah korban dari pihak kepolisian kepada keluarga korban disaksikan oleh Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, Camat Reok Barat Tarsisius Osong, Kasat Polairud Polres Manggarai AKP Yosef Suyitno Soloilur, perwakilan Polsek Reo Aiptu Sidik, Ps Danramil 1612 – 02 Reo Peltu Lasiman, Kapospol Reok Barat Aiptu Jadin, Komandan Pos (Danpos) Bhabinpotmar Reo, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Labuan Bajo, Serka Saa Alfianus Gunawan Bangkur dan Kepala Desa To’e Kornelis Surak.
Sebelumnya, Seorang siswa kelas IX di SMPK Fransiskus Xaverius Ruteng dilaporkan tenggelam di tempat wisata Air Terjun Tiwu Pai, Desa Toe, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu 11 Januari 2026.
Siswa berjenis kelamin laki-laki yang duduk di kelas VIII itu hendak bertamasya bersama 10 rekannya di lokasi kejadian.
Saksi mata sekaligus pengelola wisata Air Terjun Tiwu Pai Irenius Andar (41) menyatakan awalnya korban yang berinisial AWJ (14) bersama rekannya dilarang untuk memasuki lokasi wisata karena lokasi itu sedang ditutup sementara sejak 5 Januari 2026 lalu karena curah hujan yang tinggi.
“Larangan sementara itu untuk keselamatan pengunjung,” katanya ditemui di Desa Toe Minggu malam.
Ia menambahkan korban dan sejumlah rekannya yang tiba sekitar pukul 10.00 WITA memaksa untuk bisa berwisata di tempat tersebut. Ia pun memberikan izin untuk berkunjung, namun hanya untuk berswafoto di lokasi wisata.
Setelah para siswa yang terdiri dari tiga laki-laki dan delapan perempuan itu langsung menuju lokasi ditemani oleh seorang pemandu cilik. Saat itu, aku Irenius, ia tidak menemani rombongan karena sedang makan.
Usai makan, Irenius yang berjalan dari loket pelayanan melihat korban bersama seorang rekannya tengah bersiap untuk melompat dari atas terjun ke area kolam.
“Saya lihat mereka sudah buka baju dan melompat ke kolam,” ungkapnya.
Air Terjun Tiwu Pai dikenal sebagai air terjun bertingkat. Terdapat sebanyak lima tingkat air terjun dengan kedalaman bervariasi. Korban bersama rekannya melompat dari kolam ketiga yang memiliki kedalaman kolam sekitar 6-7 meter.
Seorang rekan korban hendak menyelematkan korban, namun tidak membuahkan hasil karena arus air yang kencang. Pun demikian dengan usaha Irenius yang menyelam dan mencari korban di area kolam tidak menemukan korban.
“Ada temannya dia (korban) dan pemandu cilik yang bilang jangan berenang, tunggu saya dulu. Tapi, mungkin dia lihat senang sekali atau apa, begitu saya lihat dia sudah melompat,” ujarnya.
Usai kejadian, sejumlah personel Polsek Reo bersama Satuan Polairud Polres Manggarai, Babinsa Koramil 1612-03 Reo, serta masyarakat setempat segera melakukan upaya pencarian korban di sekitar lokasi kejadian.
Sebanyak dua orang personel Polairud Polres Manggarai juga melakukan penyelaman. Warga lainnya juga turut melakukan pencarian dan penyelaman tapi tak kunjung menemukan korban.
Tidak hanya itu, Pos SAR Manggarai Barat yang mendapatkan laporan langsung menerjunkan sebanyak empat personel yang terdiri dari dua penyelam dan dua orang rescuer.
Penulis : Gecio Viana
Editor : Hatol






