Publikata.com, Rahasia punahnya manusia kedil di Pulau Flores sedikit mulai tersingkap.
Laporan penelitian ilmiah “Onset of summer aridification and the decline of Homo floresiensis at Liang Bua 61,000 years ago” yang terbit di jurnal Communications Earth & Environment yang terbit 8 Desember 2025 menjelaskan penyebab dasar kepunahan manusia kerdil ‘hobbit‘ di Pulau Flores.
Berdasarkan penelitian tersebut terjadi perubahan iklim ekstrem ribuan tahun lalu mengakibatkan penurunan curah hujan ekstrem.
Curah hujan yang rendah tersebut memaksa populasi Gajah Purna Kerdil, Stegodon Florensis Insularis keluar dari habitat asli menuju pesisir untuk mencari air dan makanan.
Homo Florensis juga ikut keluar mengikuti ‘jejak’ mangsanya itu.
Melansir nationalgeographic.grid.id para peneliti menjelaskan bahwa Homo Florensis dan Gajah Purba Kerdil hanya bisa hidup pada kondisi ideal dengan variasi musim yang mendukung ketersediaan air dan pakan.
“Kami menduga bahwa jika populasi Stegodon menurun akibat berkurangnya aliran sungai, maka mereka akan bergerak menuju sumber air yang lebih konsisten,” Kata Nick Scroxton, ilmuwan penelitian bidang hidrologi, paleoklimat, dan paleo-lingkungan di University College Dublin sebagaiman dikutip nationalgeographic.grid.id
Para peneliti menduga bahwa perpindahan tersebut menyebabkan mereka bertemu dengan kelompok homo sapiens , manusia moderen bertubuh kekar yang saat itu memperluas kawasan.
Pertemuan tersebut memicu persaingan perebutan sumber daya, dan Homo Florensis ‘kalah’.
Penulis : Hatol
Editor : Tim Editorial






