Homo Florensis Punah Karena Kalah Bersaing Dengan Homo Sapiens

- Jurnalis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 21:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Publikata.com, Rahasia punahnya manusia kedil di Pulau Flores sedikit mulai tersingkap.

Laporan penelitian ilmiah “Onset of summer aridification and the decline of Homo floresiensis at Liang Bua 61,000 years ago” yang terbit di jurnal Communications Earth & Environment yang terbit 8 Desember 2025 menjelaskan penyebab dasar kepunahan manusia kerdil ‘hobbit‘ di Pulau Flores.

Berdasarkan penelitian tersebut terjadi perubahan iklim ekstrem ribuan tahun lalu mengakibatkan penurunan curah hujan ekstrem.

Curah hujan yang rendah tersebut memaksa populasi Gajah Purna Kerdil, Stegodon Florensis Insularis keluar dari habitat asli menuju pesisir untuk mencari air dan makanan.

Homo Florensis juga ikut keluar mengikuti ‘jejak’ mangsanya itu.

Melansir nationalgeographic.grid.id para peneliti menjelaskan bahwa Homo Florensis dan Gajah Purba Kerdil hanya bisa hidup pada kondisi ideal dengan variasi musim yang mendukung ketersediaan air dan pakan.

“Kami menduga bahwa jika populasi Stegodon menurun akibat berkurangnya aliran sungai, maka mereka akan bergerak menuju sumber air yang lebih konsisten,” Kata Nick Scroxton, ilmuwan penelitian bidang hidrologi, paleoklimat, dan paleo-lingkungan di University College Dublin sebagaiman dikutip nationalgeographic.grid.id

Para peneliti menduga bahwa perpindahan tersebut menyebabkan mereka bertemu dengan kelompok homo sapiens , manusia moderen bertubuh kekar yang saat itu memperluas kawasan.

Pertemuan tersebut memicu persaingan perebutan sumber daya, dan Homo Florensis ‘kalah’.

📢 Bagikan artikel ini:

💡 Tips: Pilih style "Minimal" untuk tampilan thumbnail terbaik di WhatsApp

🖼️ Share Dengan Thumbnail

📱 Share Simple 🔥 Share Unique ⭐ Share Premium
🎯 Pilih style yang sesuai kebutuhan Anda

Penulis : Hatol

Editor : Tim Editorial

Berita Terkait

Tim SAR: Pencarian Hari Kedelapan Tiga WNA Spanyol di Labuan Bajo Nihil
Drone Rp1,3 M Manggarai Barat Mangkrak, Dugaan Korupsi di Dinas Pertanian Mencuat
Anak Buah Prabowo Beda Pendapat Terkait Bandara Morowali, Siapa Benar?
Korupsi Perjalanan Dinas, Eks Setwan Provinsi Bengkulu Ditahan
Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus, Kolom Abu Capai 11.584 Meter
Dugaan Main Mata dengan Perusahaan Ayam, Kadis Peternakan Didesak Dicopot
Duit Negara Dilenyapkan, KPK Diminta Bongkar Dugaan Korupsi di UNIPA
Pedagang Kurban Dipalak Anak Buah Hercules, Minta Uang 5 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 21:15 WITA

Homo Florensis Punah Karena Kalah Bersaing Dengan Homo Sapiens

Jumat, 2 Januari 2026 - 19:04 WITA

Tim SAR: Pencarian Hari Kedelapan Tiga WNA Spanyol di Labuan Bajo Nihil

Selasa, 9 Desember 2025 - 16:02 WITA

Drone Rp1,3 M Manggarai Barat Mangkrak, Dugaan Korupsi di Dinas Pertanian Mencuat

Kamis, 27 November 2025 - 11:37 WITA

Anak Buah Prabowo Beda Pendapat Terkait Bandara Morowali, Siapa Benar?

Rabu, 9 Juli 2025 - 22:24 WITA

Korupsi Perjalanan Dinas, Eks Setwan Provinsi Bengkulu Ditahan

Berita Terbaru

Nasional

Indonesia Juara Satu Jumlah Anak Bunuh Diri se-ASEAN

Senin, 9 Feb 2026 - 18:11 WITA