Publikata.com, Manggarai – Upaya pencarian siswa SMPK Fransiskus Xaverius Ruteng yang tenggelam di Air Terjun Tiwu Pai, Desa Toe, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, terus dilakukan oleh tim SAR gabungan pada, Senin (12/26).
Namun, proses pencarian menghadapi sejumlah kendala, terutama cuaca buruk dan hujan lebat yang terus mengguyur lokasi kejadian.
Pos SAR Labuan Bajo, Manggarai Barat yang menerima laporan kejadian langsung menerjunkan empat personel, terdiri dari dua penyelam dan dua rescuer, untuk memperkuat upaya pencarian.
Dalam operasi ini, Tim SAR Pos Labuan Bajo membawa sejumlah peralatan khusus, di antaranya dua set alat selam, alat aqua eye, serta peralatan mountaineering.
Aqua Eye merupakan alat pendeteksi bawah air berbasis sonar yang berfungsi untuk memindai keberadaan objek atau tubuh manusia di dalam air, termasuk di area yang keruh dan minim jarak pandang. Alat ini bekerja dengan menangkap pantulan gelombang suara, sehingga sangat membantu pencarian korban tenggelam tanpa harus melakukan penyelaman secara terus-menerus.
Selain Aqua Eye, alat selam digunakan untuk penyelaman langsung di titik-titik yang dicurigai, sementara peralatan mountaineering dimanfaatkan untuk menjangkau area tebing, alur sungai, serta medan terjal di sekitar air terjun yang sulit diakses.
Proses pencarian hingga kini masih terkendala intensitas hujan yang cukup tinggi, debit air yang meningkat, serta arus yang deras di kawasan Air Terjun Tiwu Pai. Kondisi tersebut membuat jarak pandang di dalam air sangat terbatas dan meningkatkan risiko bagi tim pencari.
Tim SAR gabungan menyatakan pencarian akan terus dilanjutkan dengan mengedepankan faktor keselamatan personel, sambil menunggu kondisi cuaca dan debit air memungkinkan pencarian dilakukan secara maksimal.
Penulis : Gecio Viana
Editor : Jupir






