KPK Periksa Irwan, Pejabat BI Diduga Terlibat Korupsi Dana CSR Lewat Yayasan Fiktif

- Jurnalis

Rabu, 28 Mei 2025 - 00:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut dugaan korupsi dana corporate social responsibility (CSR) Bank Indonesia. Melansir Detiknews, Irwan, Deputi Direktur Departemen Hukum BI, diperiksa sebagai saksi terkait aliran dana CSR yang diduga diselewengkan melalui yayasan fiktif.

“Benar, saksi saudara IW diperiksa untuk perkara terkait CSR BI,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Senin (26/5/2025).

Irwan tiba di Gedung KPK sekitar pukul 10.07 WIB untuk menjalani pemeriksaan. Ia dimintai keterangan terkait dugaan penyaluran dana CSR BI ke yayasan yang kemudian dana tersebut ditransfer kembali ke rekening pribadi sejumlah pihak.

“Yang penyidik temukan, uang CSR masuk ke rekening yayasan, lalu ditransfer ke rekening pribadi, ada ke rekening saudaranya, juga ke rekening nominee yang mewakili pelaku,” ungkap Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, dalam konferensi pers sebelumnya, Rabu (19/2).

Asep menjelaskan, dalam struktur penyaluran CSR BI, dana memang seharusnya disalurkan melalui yayasan. Namun dalam praktiknya, para tersangka justru mendirikan yayasan sendiri sebagai alat penampung dana.

“Ini juga berkaitan dengan Komisi XI DPR, di mana Saudara S dan Saudara HG terlibat, yayasan itu mereka buat sendiri, lalu digunakan untuk mengalirkan dana CSR tersebut,” tegas Asep.

Dana CSR yang seharusnya dipakai untuk kegiatan sosial seperti pengadaan ambulans dan beasiswa, justru diduga dikorupsi oleh pihak-pihak yang seharusnya mengawalnya.

Hingga kini, KPK belum mengumumkan nama-nama tersangka secara resmi, namun penyidik telah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi yang berkaitan dengan perkara ini.

📢 Bagikan artikel ini:

💡 Tips: Pilih style "Minimal" untuk tampilan thumbnail terbaik di WhatsApp

🖼️ Share Dengan Thumbnail

📱 Share Simple 🔥 Share Unique ⭐ Share Premium
🎯 Pilih style yang sesuai kebutuhan Anda

Penulis : Alex

Editor : Jupir

Sumber Berita: Detiknews

Berita Terkait

Ketua BEM UGM Tulis Surat Terbuka Kepada UNICEF, Sebut Prabowo Presiden Bodoh
Indonesia Juara Satu Jumlah Anak Bunuh Diri se-ASEAN
Praktek ‘Kumpul Kebo’ Marak di Indonesia Timur Yang Mayoritas Non Muslim
Konflik Tanah Menjerite Berkepanjangan, Ketua FP2K NTT Desak Kapolres Mabar Jadikan Itu Agenda Prioritas
DPR RI Buat Keputusan Mendadak, Orang Manggarai ‘Gagal’ Jadi Hakim MK
Bantah Peras Kepala Desa Di Daerah, Tiga Orang Jaksa Kini Diperiksa Langsung Kejaksaan Agung
Besok Harga Tiket Dari Jakarta Tujuan Labuan Bajo Ada Yang Rp 982 ribu saja
Dikeroyok Tiga Keponakan, Seorang Paman di Desa Compang Tewas Bersimbah Darah

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 20:06 WITA

Ketua BEM UGM Tulis Surat Terbuka Kepada UNICEF, Sebut Prabowo Presiden Bodoh

Senin, 9 Februari 2026 - 18:11 WITA

Indonesia Juara Satu Jumlah Anak Bunuh Diri se-ASEAN

Senin, 2 Februari 2026 - 13:50 WITA

Praktek ‘Kumpul Kebo’ Marak di Indonesia Timur Yang Mayoritas Non Muslim

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:21 WITA

Konflik Tanah Menjerite Berkepanjangan, Ketua FP2K NTT Desak Kapolres Mabar Jadikan Itu Agenda Prioritas

Selasa, 27 Januari 2026 - 13:03 WITA

DPR RI Buat Keputusan Mendadak, Orang Manggarai ‘Gagal’ Jadi Hakim MK

Berita Terbaru

Nasional

Indonesia Juara Satu Jumlah Anak Bunuh Diri se-ASEAN

Senin, 9 Feb 2026 - 18:11 WITA