19% PAD, 81%Transfer: DPRD Sindir Pemda Mabar Cuma Tunggu Uang Pusat

- Jurnalis

Senin, 16 Juni 2025 - 06:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Publikata.com, Labuan Bajo – Belanja pegawai Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat pada tahun anggaran 2024 menyedot anggaran sebesar Rp 464,2 miliar dari total belanja daerah yang mencapai Rp 1,3 triliun lebih. Angka ini menjadikan belanja pegawai sebagai komponen terbesar dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Manggarai Barat tahun 2024.

Hal itu terungkap dalam Rapat Paripurna DPRD Manggarai Barat yang digelar Jumat (13/6/2025), melalui laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD terhadap pengantar nota keuangan Bupati terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2024.

Ketua Tim Perumus Banggar, Yopi Widiyanti, saat membacakan laporan mengatakan bahwa realisasi belanja pegawai mencapai Rp 464,2 miliar atau 96,14 persen dari pagu anggaran sebesar Rp 482,8 miliar.

“Belanja pegawai masih menjadi pos pengeluaran terbesar dalam APBD kita,” ujar Yopi.

Selain belanja pegawai, belanja barang dan jasa juga tercatat tinggi, dengan realisasi sebesar Rp 416 miliar lebih atau 89,08 persen dari pagu anggaran Rp 467 miliar lebih.

Komponen belanja lainnya antara lain:

Belanja bunga: Rp 13 miliar lebih

Belanja hibah: Rp 54 miliar lebih

Bantuan sosial: Rp 88 juta lebih

Belanja modal: Rp 214 miliar lebih

Belanja tak terduga: Rp 1 miliar lebih

Belanja transfer ke daerah lain: Rp 214 miliar lebih

Secara keseluruhan, realisasi belanja daerah tahun 2024 tercatat sebesar 92,81 persen dari total anggaran Rp 1,4 triliun lebih. Artinya, terdapat sisa anggaran yang tidak terealisasi sebesar Rp 106,8 miliar lebih.

Pendapatan Masih Tertinggal

Sementara itu, realisasi pendapatan daerah pada tahun 2024 hanya mencapai Rp 1,3 triliun lebih dari target Rp 1,4 triliun lebih. DPRD mencatat terdapat kekurangan pendapatan sebesar Rp 73,9 miliar lebih atau 5,06 persen dari target.

“Namun, capaian ini tetap patut diapresiasi,” kata Yopi.

Struktur pendapatan terdiri dari:

Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp 273 miliar lebih (87,42% dari target Rp 313 miliar)

Dana transfer dari pusat: Rp 1 triliun lebih

Pendapatan sah lainnya: Rp 14 miliar lebih
Namun demikian, DPRD menyoroti rendahnya kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah yang hanya sebesar 19,74 persen. Menurut Yopi, angka ini mencerminkan tingginya ketergantungan keuangan daerah terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.

“Rasio capaian PAD terhadap total pendapatan hanya 19,74 persen. Ini menunjukkan kemandirian fiskal kita masih sangat rendah,” ungkap Yopi.

Retribusi dan Pendapatan Lainnya Jauh dari Target

Yopi juga merinci empat komponen utama dalam PAD. Pajak daerah menjadi penyumbang tertinggi dengan realisasi Rp 215 miliar dari target Rp 212 miliar lebih. Namun, tiga komponen lainnya tidak memenuhi target:

Retribusi daerah: Rp 44 miliar lebih dari target Rp 61 miliar lebih

Pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan: Rp 2,4 miliar dari target Rp 2,5 miliar

Lain-lain PAD yang sah: Rp 11 miliar lebih dari target Rp 35 miliar

Ia menilai pencapaian pada dua komponen terakhir tidak realistis dan tidak didasarkan pada potensi riil daerah.

“Pemerintah harus mengevaluasi faktor-faktor penyebab rendahnya capaian ini,” tegas Yopi.

📢 Bagikan artikel ini:

💡 Tips: Pilih style "Minimal" untuk tampilan thumbnail terbaik di WhatsApp

🖼️ Share Dengan Thumbnail

📱 Share Simple 🔥 Share Unique ⭐ Share Premium
🎯 Pilih style yang sesuai kebutuhan Anda

Penulis : Alex

Editor : Jupir

Berita Terkait

Siswa Alami Mual dan Muntah, Sekolah di Kuwus-Mabar Tolak MBG Hari Ini
Cerita PGWI DPW Labuan Bajo Menyusuri Geowisata Taman Indah Mangrove Teluk Terang
Konflik Tanah Menjerite Berkepanjangan, Ketua FP2K NTT Desak Kapolres Mabar Jadikan Itu Agenda Prioritas
Polres Mabar Tetapkan Dua Keponakan Jadi Tersangka Pembunuhan Paman
Wabup Matim Apresiasi Seluruh Pihak yang Membantu Penanganan Longsor
Tim SAR Temukan Korban Terakhir Bencana Longsor di Desa Goreng Meni-Matim
Cuaca di Mabar Tiga Hari ke Depan Berpotensi Hujan Disertai Angin Kencang
PGWI Labuan Bajo Resmi Daftar ke Pemkab Manggarai Barat

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:37 WITA

Siswa Alami Mual dan Muntah, Sekolah di Kuwus-Mabar Tolak MBG Hari Ini

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:21 WITA

Konflik Tanah Menjerite Berkepanjangan, Ketua FP2K NTT Desak Kapolres Mabar Jadikan Itu Agenda Prioritas

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:49 WITA

Polres Mabar Tetapkan Dua Keponakan Jadi Tersangka Pembunuhan Paman

Selasa, 27 Januari 2026 - 15:25 WITA

Wabup Matim Apresiasi Seluruh Pihak yang Membantu Penanganan Longsor

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:59 WITA

Tim SAR Temukan Korban Terakhir Bencana Longsor di Desa Goreng Meni-Matim

Berita Terbaru

Nasional

Indonesia Juara Satu Jumlah Anak Bunuh Diri se-ASEAN

Senin, 9 Feb 2026 - 18:11 WITA