Publikata.com, Labuan Bajo – Insiden kekerasan serius terjadi di Kampung Ngaet, Desa Golo Lujang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, pada Kamis dini hari, 1 Januari 2026, sekitar pukul 03.30 WITA. Seorang warga bernama Emanuel Wardini mengalami luka tembak di bagian leher, sementara seorang pria lanjut usia berumur 61 tahun, Antonius Juni, turut menjadi korban pemukulan brutal oleh sekelompok orang yang diduga membawa senjata tajam dan senapan angin.
Peristiwa bermula ketika Erventinus Jemadin alias Chandra bersama Emanuel berada di rumah Emanuel. Saat itu, mereka sempat membantu memperbaiki sepeda motor milik sekelompok anak dari Kampung Lesem yang mogok di depan rumah. Setelah motor diperbaiki, rombongan tersebut meninggalkan lokasi.
Tak lama berselang, datang rombongan konvoi sepeda motor lain dari arah Pacar, yang diketahui berasal dari Kampung Kaung. Dalam rombongan tersebut, Chandra menyapa salah satu rekannya bernama Engki. Suasana awalnya tampak normal, bahkan sempat diwarnai saling berjabat tangan dan ucapan selamat tahun baru.
Namun situasi berubah ketika salah satu anggota rombongan tiba-tiba mendorong Chandra secara agresif. Chandra mengaku tidak melakukan perlawanan karena mengira pelaku dalam kondisi mabuk.
Emanuel kemudian mencoba melerai, namun justru situasi semakin memanas.
“Tiba-tiba mereka mengeluarkan parang dan senapan. Kami kaget, lalu mereka teriak ‘tembak-tembak’,” ungkap Chandra, Senin (12/26).
Melihat senjata tajam dan senapan yang dibawa rombongan tersebut, Emanuel berlari menyelamatkan diri ke rumah. Saat itulah terdengar tembakan. Emanuel kemudian diketahui terkena tembakan di bagian leher, sebelum akhirnya bersembunyi di dalam rumah.
Tidak berhenti di situ, sekelompok pelaku diduga mengejar hingga ke rumah korban. Mereka merusak dinding rumah dengan parang, memecahkan kaca jendela, serta melempari rumah menggunakan kayu dari jalan raya.
Sementara itu, Chandra juga mengalami ancaman serius. Ia mengaku sempat ditodong parang, dipukul menggunakan tangan, kayu, dan batu, bahkan nyaris ditusuk oleh salah satu pelaku. Dalam kondisi panik dan terancam, ia melarikan diri ke area gelap untuk menyelamatkan nyawa.
Usai menyerang rumah Emanuel, rombongan tersebut kembali melakukan aksi kekerasan dengan merusak mobil milik warga bernama Rio, yang saat itu sedang tidur. Ketika Rio keluar rumah untuk menanyakan persoalan, ia justru diserang dan dipukuli hingga mengalami pendarahan di hidung.
Ayah Rio, Antonius Juni (61), yang melihat anaknya dipukuli di depan rumah, mencoba melerai. Namun upayanya berujung petaka.
“Leher saya dijepit, saya dibanting. Anak saya dipukul sampai keluar darah,” ujar Antonius.
Ia kemudian diselamatkan oleh anggota keluarga lain dan dibawa masuk ke rumah. Pakaian Rio yang berlumuran darah kini telah diamankan pihak kepolisian sebagai barang bukti.
Korban penembakan, Emanuel Wardini, telah menjalani visum di RSUD Komodo Labuan Bajo, didampingi dua personel Polsek Komodo. Luka bekas tembakan di leher korban telah dijahit. Hasil rontgen belum mendeteksi keberadaan proyektil karena pemeriksaan hanya dilakukan pada setengah bagian tubuh.
Atas kejadian ini, Emanuel secara resmi melaporkan kasus tersebut ke Polres Manggarai Barat pada 1 Januari 2026, dengan Nomor Laporan Polisi: LP/B/1/2026/SPKT/Polres Manggarai Barat.
Hingga kini, 12 hari sejak laporan dimasukkan, para terduga pelaku belum juga ditangkap. Pihak korban menilai kejadian ini bukan sekadar perkelahian, melainkan tindak pidana berat berupa penembakan, penganiayaan terhadap lansia, serta dugaan upaya pembunuhan karena para pelaku datang dengan membawa senjata tajam dan senjata angin.
“Kami minta polisi bertindak tegas dan segera menangkap para pelaku. Ini sudah mengancam nyawa,” tegas pihak keluarga korban.
Kasus ini kini menjadi sorotan warga setempat yang mendesak aparat penegak hukum agar tidak membiarkan kekerasan bersenjata terjadi tanpa penindakan, terlebih telah menimbulkan korban luka serius dan trauma mendalam.
Penulis : Alex
Editor : Jupir






